Kumpulan Publikasiku di Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial & Majalah Informasi Kesejahteraan Sosial Puslitbang Kesos

Berikut ini kumpulan publikasiku yang dimuat oleh Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial dan Majalah Informasi Kesejahteraan Sosial semoga bermanfaat:

  1. PEMANFAATAN LAHAN DAN SUMBER DAYA ALAM DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA SEKITAR HUTAN DI KABUPATENBATANGHARI PROPINSI JAMBI
  2. JAMINAN SOSIAL BERBASIS KOMUNITAS LOKAL ( STUDI KASUS PERKUMPULAN KEMATIAN AL-KHOIRO DI DESA ULAK KERBAU LAMA KECAMATAN TANJUNG RAJA KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN)
  3. ANALISIS KRITIS TERHADAP PROGRAM KELUARGA HARAPAN
  4. IDENTIFIKASI PENGAMEN SEBAGAI UPAYA MENCARI STRATEGI PEMBERDAYAA
  5. SEBARAN MASYARAKAT MISKIN DAN PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) BAGI RUMAH TANGGA SASARAN DI KECAMATAN PANCORAN MAS KOTA DEPOK JAWA BARAT
  6. IMPLEMENTASI DAN STRATEGI PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT (CD) PERTAMINA DAERAH OPERASI HULU (DOH) SUMATERA BAGIAN SELATAN (SUMBAGSEL) SEBAGAI WUJUD COOPERATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERUSAHAAN PERTAMBANGAN
  7. Segera menyusul Hubungan antara konsep diri dengan penyesuaian diri di PSBK Pangudi Luhur

PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS TAHUN 2010 BADAN KOORDINASI KEAMANAN LAUT (BAKORLA)

PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS TAHUN 2010 BAKORLA

Badan Koordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia memberi kesempatan kepada Warga Negara Republik Indonesia Pria dan Wanita untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2010 untuk ditempatkan di MRCC (Maritime Rescue Coordinating Center), RCC (Rescue Coordinating Center) dan GS (Ground Station). Adapun klasifikasi pendidikan, jabatan, penempatan dan persyaratan lain serta mekanisme penerimaan CPNS, klik link download berikut ini :

Angka Kemiskinan Simpang Siur

KESRANEWS — 21/9: Besarnya angka kemiskinan Indonesia masih simpang siur. Untuk kepentingan yang berbeda, angka yang menunjukkan jumlah penduduk miskin tersebut muncul dengan besaran berbeda.

Dalam laporan yang dibawa ke Pertemuan Tingkat Tinggi PBB mengenai Tujuan Pembangunan Milenium yang berlangsung pada 20-22 Desember 2010 di New York, angka kemiskinan yang dilaporkan adalah 13,3 persen atau jumlah penduduk miskin sekitar 31,02 juta—data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari Sensus Penduduk 2010.

Menurut catatan Kompas, dalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat yang diperuntukkan bagi orang miskin, penerima bantuan iuran dari pemerintah berjumlah 76,4 juta orang.

Mereka adalah penduduk yang dapat menggunakan jaminan itu ketika sakit. Angka itu lebih dari dua kali lipat dari angka penduduk miskin menurut BPS, yakni 31,02 juta jiwa pada tahun 2010.

Kesimpangsiuran angka penduduk miskin tersebut ditanggapi oleh Suahasil Nazara, Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Sementara itu, Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad dari sudut pandang yang berbeda menyoroti angka yang dilaporkan Indonesia ke forum di New York.

Metodologi

Menurut Suahasil Nazara, kemiskinan mempunyai banyak dimensi yang kerap tidak terwakili dalam data statistik. Orang-orang yang hidup di sekitar garis kemiskinan, misalnya, tidak dapat diabaikan karena jumlahnya besar. Persentase kemiskinan (sesuai laporan BPS) sekitar 13 persen, tetapi angka penerima bantuan pemerintah terkadang lebih besar.

”Itu mencerminkan terdapat keluarga yang masih layak menerima bantuan, tetapi tidak dikategorikan miskin oleh statistik BPS,” ujar Suahasil.

Menurut dia, persentase kemiskinan yang dikeluarkan BPS merupakan hasil perhitungan dengan menggunakan metode tertentu. Yang terpenting, tegasnya, adalah menggunakan satu metodologi yang sama agar angka-angka tersebut dapat diperbandingkan antarwaktu sehingga trennya bisa diketahui.

Kualitas hidup

Suahasil menambahkan, salah satu tantangannya ialah mendekatkan perhitungan makro dengan realitas kemiskinan untuk kepentingan intervensi program-program mengurangi kemiskinan.

Hal lainnya, kualitas dan perbaikan hidup masyarakat belum tentu tercermin dari statistik itu. Angka kemiskinan turun belum berarti ada perbaikan kualitas hidup.

Menyoroti kualitas hidup, menurut Chalid, kualitas hidup penduduk miskin semakin buruk karena kebijakan pemerintah berpihak kepada kapitalis.

Kualitas hidup yang antara lain juga tampak dari pemenuhan kebutuhan akan air bersih dipandang Chalid tidak akan mencapai target MDGs karena patokannya adalah air dengan pemipaan, air bersih yang diswastakan.

“Bagaimana penduduk miskin akan mengakses? Harganya saja demikian mahal. Dengan kebijakan semacam itu, tambahnya, penduduk miskin akan semakin jatuh miskin,” tambahnya.

Suahasil menjelaskan, lantaran kompleksitasnya, penanganan kemiskinan perlu dilakukan secara komprehensif.

Menurut dia, pemerintah sebetulnya telah mempunyai pendekatan dalam mengatasi masalah kemiskinan dengan membagi menjadi tiga kluster, yakni berbasis keluarga, komunitas, serta usaha mikro atau kecil.

”Kluster pertama biasanya berbentuk bantuan sosial. Kluster ketiga merupakan upaya meningkatkan pendapatan yang melibatkan lembaga keuangan atau perbankan,” tambahnya. (koh)

Kerjasama Penelitian Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development tahun 2011 – 2012

PENGUMUMAN:
Kerjasama Penelitian Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development tahun 2011 – 2012

Dalam rangka meningkatkan kerjasama dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), Pemerintah Jepangmelalui “Ministry of Foreign Affairs in Japan (MOFA), Japan International Cooperation Agency (JICA), Ministry of Education, Culture, Sports, Science, and Technology in Japan (MEXT), Japan Science and Technology Agency (JST)” bekerjasama untuk memfasilitasi riset yang  berhubungan  dengan isu global seperti Environment/Energy, Natural Disaster Prevention, Infectious Diseases Control dan Bioresources dalam bentuk Hibah Riset selama 3-5 tahun.

Persyaratan utama untuk memperoleh hibah riset dari program ini, adalah:

  1. Applicant berasal dari lembaga litbang pemerintah seperti Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Lembaga Pemerintah Kementerian (LPK), Perguruan Tinggi, atau Laboratorium;
  2. Harus mempunyai mitra kerja (diutamakan konsorsium) lembaga litbang di Jepang. Proposal yang tidak ada mitra institusi litbang Jepang tidak akan diproses lebih lanjut;
  3. Menyusun proposal bersama dengan bidang fokus yang telah ditentukan yaitu: Environment/Energy, Natural Disaster Prevention, Infectious Diseases Control, dan Bioresources;
  4. Diutamakan kerjasama riset yang sedang berjalan, dan lamanya penelitian adalah 3 – 5 tahun;
  5. Diutamakan proposal yang disampaikan berupa kerjasama riset yang merupakan konsorsium riset dengan melibatkan beberapa lembaga riset di Indonesia;
  6. Menyampaikan proposal berupa soft copy dan hard copy kepada Kementerian Riset dan Teknologi paling lambat tanggal 07 Oktober 2010, pukul 15:00 WIB, dengan alamat:

Asisten Deputi Jaringan Iptek Internasional
Kementerian Riset dan Teknologi
Gedung 2 BPPT, Lantai 7
Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta 10340

7.Konfirmasi lebih lanjut, dapat dihubungi pada hari dan jam kerja: Sdr. Tiomega Gultom, email: mega@ristek.go.id dan Sdr. Arie Ika Susanty, email: arie@ristek.go.id, tlp. (021) 316 9238 fax. (021) 319 23902

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) BADAN SAR NASIONAL FORMASI TAHUN 2010

P E N G U M U M A N :
Nomor : PENG. 09/ BSN TAHUN 2010

TENTANG
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
BADAN SAR NASIONAL FORMASI TAHUN 2010

Badan SAR Nasional yang merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia pria dan wanita yang memiliki kualifikasi pendidikan S-1, D-III, dan SMK/SMU untuk mengikuti Seleksi Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan SAR Nasional Formasi Tahun 2010.

Info selengkapnya, silakan download :

  • PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS 2010 BADAN SAR NASIONAL :
    Link 1Link 2
  • FORMASI JABATAN PENERIMAAN CPNS 2010 BADAN SAR NASIONAL
    Link 1Link 2
  • KODE LOKASI PELAKSANAAN PENERIMAAN CPNS 2010 BADAN SAR NASIONAL
    Link 1Link 2

More Info :

Penerimaan Calon Pegawai Negeri (CPNS) PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN

PENGUMUMAN
Nomor: PENG- 01/01.1.1/PPATK/09/10
PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membuka kesempatan kepada putra-putri Indonesia terbaik lulusan Diploma III (D-III) dan Sarjana Strata 1 (S-1) untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan PPATK, dengan ketentuan sebagai berikut :

I. Kode dan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan

KODE dan KUALIFIKASI PENDIDIKAN

  1. 1001 S-1 Hukum
  2. 1002 S-1 Hukum Internasional
  3. 1003 S-1 Hukum Pidana
  4. 1004 S-1 Hukum Tata Negara
  5. 1005 S-1 Hubungan Internasional
  6. 1006 S-1 Akuntansi
  7. 1007 S-1 Manajemen
  8. 1008 S-1 Statistik
  9. 1009 S-1 Teknik Informatika
  10. 1010 S-1 Ilmu Komputer
  11. 1011 S-1 Teknik Komputer
  12. 1012 S-1 Teknik Elektro
  13. 1013 D-3 Teknik Elektro
  14. 1014 D-3 Manajemen Informatika
  15. 1015 D-3 Komputer
  16. 1016 D-3 Manajemen
  17. 1017 D-3 Keuangan
  18. 1018 D-3 Sekretaris
  19. 1019 D-3 Administrasi
  20. 1020 D-3 Administrasi Perkantoran
  21. 1021 D-3 Akuntansi

Jakarta, 22 September 2010
TIM PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
KETUA
Ttd.

NADIMAH
KLIK Download Pengumuman Lengkap