Perbedaan Gelar Akademik Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada


Dulu, semua mahasiswa pasca sarjana (s2) baik di Universitas Indonesia (UI) maupun Universitas Gadjah Mada menyandang gelar yang sama yaitu Magister Sains atau biasa disingkat dengan M.Si. Namun sekarang ada perbedaan yang mencolok tentang pemberian gelar akademik terutama untuk jenjang program pasca sarjana atau magister pada dua universitas terbaik di Indonesia tersebut.

Pemberian gelar akademik UGM menimbang misi UGM sebagai universitas bertaraf internasional maka pemberian gelar akademik di universitas mengacu pada gelar internasional, seperti Master of  Science in Economic disingkat M.Sc untuk program studi ilmu ekonomi atau Master of Arts disingkat MA untuk program studi ilmu politik, ilmu hubungan internasional, sosiologi dan lain sebagainya. Peraturan yang mengatur hal ini tertuang dalam Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada No 292/P/SK/HT/2008 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Program Pascasarjana (s2) Universitas Gadjah Mada

Berbeda dengan UGM, UI memberikan gelar pasca sarjana atau magister (s2) dengan bidang keahliannya dan tetap menggunakan bahasa indonesia, seperti untuk program studi kesejahteraan sosial maka gelar yang didapat adalah Magister Ilmu Kesejahteraan Sosial disingkat M.Kesos, Magister Sosiologi disingkat M.Sos. Ketentuan mengenai pemberian gelar ini diatur dalam Keputusan Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia No.009/SK/MWA-UI/2009 tentang gelar di lingkungan Universitas Indonesia.

About these ads

3 thoughts on “Perbedaan Gelar Akademik Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada

  1. Pemberian gelar oleh UGM itu tidak memberikan contoh yang baik…… gelar asing yang memang benar2 kuliah di LN menggunakan bahasa asing……wajar karena memang kuliah di LN…lha ini …………………..membuat bingung masyarakat umum……………….bertaraf internasional tapi bukan internasional………………

    • Tergantung dari sisi mana orang memandang, Pak. Pendapat Bapak Angga ada benarnya, tapi pihak UGM jg pasti punya alasan. Namanya jg misi mjd universitas internasional, maka tidaklah salah kalau gelarnya juga memakai standar internasional. Banyak mahasiswa dari luar negeri yg belajar di UGM. Kalau memakai gelar “lokal”, maka bagaimana gelar2 tersebut bisa dipakai di negara asal mahasiswa2 tersebut? Demikian pula PT di luar negeri yg menerima mahasiswa internasional (spt Thailand, Jepang, China, dll), jg memakai gelar standar internasional.

  2. Mungkin karena UGM kampus dg jumlah mhasiswa asing terbanyak, UGM memiliki lebih dari 1000 mhswa sing dari 55 negara soalnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s